Berani Berbicara

Berani Bicara

Opini

Setiap manusia telah diberikan beragam kemampuan untuk hidup di dunia. Salah satu dari kemampuan tersebut adalah ketrampilan berbahasa. Ada empat ketrampilan berbahasa yaitu menyimak (listening skill), berbicara (speaking skill), membaca (reading skill) dan menulis (writing skill). Dari keempat kemampuan berbahasa tersebut, yang paling sulit adalah kemampuan menulis (writing skill).

Kenapa sulit?Menulis tidak hanya kegiatan merangkai suku kata menjadi kata, kalimat, paragraf kemudian berkembang menjadi sebuah wacana saja. Menulis adalah sebuah proses. Semuanya butuh waktu, niat dan kesempatan. Orang telah terbiasa untuk menyimak dan berbicara dalam kesehariannya, tetapi membaca apalagi menulis tentu bukanlah sebuah perkara mudah. Untuk mendapatkan sebuah tulisan yang dinilai bagus oleh orang lain. Semuanya adalah masalah kebiasaan. Orang akan menjadi bisa karena terbiasa.

Banyak orang lebih mudah untuk menilai tulisan sesorang dengan label bagus atau buruk saja namun apabila dirinya disuruh untuk melawan tulisan tersebut dirinya akan memilih diam. Diam memang sebuah pilihan, namun tak selama diam adalah sebuah jawaban terbaik. Adakalanya diam harus dilawan. Melawan rasa takut pada diri sendiri itu sulit. Musuh sejati dari seseorang adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.

Mendobrak budaya yang sudah ada sejak lama memang tidak mudah. Ibarat melapukkan bongkahan batu karang besar dengan tetesan air hujan. Namun, selama air hujan tersebut senantiasa membasahi batu, niscaya kerasnya karang akan keropos dengan sendirinya. Mulailah menulis atau setidaknya berpendapat. Bicara. Jangan hanya diam. Karena diam tidak selalu menyelesaikan sebuah masalah. Jika ingin lebih tertata sampaikan pendapat secara terkonsep, jangan hanya melemparkan sebuah isu tanpa tanggung jawab.

Sudah saatnya jangan hanya menjadi orang yang hanya diam saja. Suatu saat pasti akan tiba gilirannya setiap orang tersebut dituntut untuk berani berbicara. Jika giliran itu datang, jangan menghindar apalagi melemparkannya ke orang lain. Jadilah generasi yang beradab dan penuh tanggung jawab.

Pendapat tidak harus melalui tulisan artikel panjang melainkan dapat juga melalui rangkaian sajak, visual, musik, maupun aksi teatrikal. Mulailah untuk berani berbicara dengan tertata. Bicaralah menurut kata hati, jangan hanya soal ego semata. Kita semua sama, tak ada yang berbeda.

 

3 thoughts on “Berani Bicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.